Sabtu, 24 Oktober 2015

Peristiwa - Medan Heboh!! Satu Keluarga Tewas Dibacok Bagian Leher - Medan Heboh Besar, ditemukan satu keluarga tewas dibunuh di dalam rumah, Jalan Sei Padang Kelurahan PB Selayang - Medan Selayang. Korban ada tiga, yaitu pasangan suami istri, Yati dan Yakub Muchtar dan juga cucu mereka yang masih berusia 7 tahun, Andika pada hari Jumat (23/10/2015)

Kasus pebantai satu keluarga ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Sejauh ini masih belum diketahui pelakunya. Hal ini langsung dilaporkan oleh salah satu warga setempat (Gibson) yang menyebutkan bahwa Korban Yakub Muchtar ditemukan tewas diruang tengah, sementara Yati dan Andika di kamar mandi.


Polisi Menyelidiki Motif Pembunuhan
Polisi Menyelidiki Motif Pembunuhan
Saat ini lokasi kejadian dikerumun banyak orang. Polisi pun memberikan pagar betis agar warga yang sedang ditempat kejadian tidak menggangu jalan penyelidikan. Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Harry Azhari, dan petugas Polreta Medan juga sedang berada dilokasi untuk melakukan penyilidikan lebih lanjut.
Pengunjung Semakin Berdatangan
Ramai Warga Yang Berdatangan
"Dilokasi sudah terlihat Kapolses Medan Baru, Medan Sunggal dan juga Polresta Medan. Mereka dibacok pada bagian leher dan juga cucunya juga tewas", kata Gibson.

"Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang pulang kerumah tadi sore. Kemudian diinformasikan kepada saya", tambahnya.

Sementara itu seorang warga setempat yang bernama Ijal mengaku tidak tahu dengan peristiwa itu. Dia jga mengatakan keluarga korban selama ini dikenal sangat tertutup dan tidak pernah bersosialisasi dengan warga lain."Saya tidak pernah tahu kejadian itu, saya melihat banyak orang yang ribut-ribut tadi sore didepan rumah pak Yakub. Tidak ada orang dari kami yang melihat ada orang lain yang masuk ke rumahnya, Keluarga mereka memang sangat jarang bergaul dan sangat tertutup", sahut Ijar.

Hingga petang hari, pihak kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut. Sejumlah warga juga terlihat semakin banyak yang berdatangan. Sementara itu seorang polisi mengatakan saay berada dalam TKP, ditemukan kain putih sudah berlumuran darah dari belakang rumah korban yang diduga kain tersebut digunakan untuk membersihkan darah dari senjata tajam yang digunakan oleh Pelaku.
Rumah Korban Pembacokan
Rumah Korban Pembacokan
"Ada kain putih dengan berlumuran darah yang ditemukan dibelakang rumah korban, Kain ini diduga digunakan untuk membersihkan senjata yang digunakan oleh pelaku", ujar petugas tersebut.

Terlihat dalam lokasi Wakapolresta Medan, AKBP Yusuf Hondawantri Naibaho, Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono dan Kapolsek Medan Baru, Polsek Sunggal juga langsung turun ke lokasi kejadian untuk penyilidikan. Sementara kerabat korban, Herdiansyah Talib terlihat menanggis melihat jasad keluarganya.

Peristiwa - Medan Heboh!! Satu Keluarga Tewas Dibacok Bagian Leher

Peristiwa - Medan Heboh!! Satu Keluarga Tewas Dibacok Bagian Leher - Medan Heboh Besar, ditemukan satu keluarga tewas dibunuh di dalam rumah, Jalan Sei Padang Kelurahan PB Selayang - Medan Selayang. Korban ada tiga, yaitu pasangan suami istri, Yati dan Yakub Muchtar dan juga cucu mereka yang masih berusia 7 tahun, Andika pada hari Jumat (23/10/2015)

Kasus pebantai satu keluarga ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Sejauh ini masih belum diketahui pelakunya. Hal ini langsung dilaporkan oleh salah satu warga setempat (Gibson) yang menyebutkan bahwa Korban Yakub Muchtar ditemukan tewas diruang tengah, sementara Yati dan Andika di kamar mandi.


Polisi Menyelidiki Motif Pembunuhan
Polisi Menyelidiki Motif Pembunuhan
Saat ini lokasi kejadian dikerumun banyak orang. Polisi pun memberikan pagar betis agar warga yang sedang ditempat kejadian tidak menggangu jalan penyelidikan. Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Harry Azhari, dan petugas Polreta Medan juga sedang berada dilokasi untuk melakukan penyilidikan lebih lanjut.
Pengunjung Semakin Berdatangan
Ramai Warga Yang Berdatangan
"Dilokasi sudah terlihat Kapolses Medan Baru, Medan Sunggal dan juga Polresta Medan. Mereka dibacok pada bagian leher dan juga cucunya juga tewas", kata Gibson.

"Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang pulang kerumah tadi sore. Kemudian diinformasikan kepada saya", tambahnya.

Sementara itu seorang warga setempat yang bernama Ijal mengaku tidak tahu dengan peristiwa itu. Dia jga mengatakan keluarga korban selama ini dikenal sangat tertutup dan tidak pernah bersosialisasi dengan warga lain."Saya tidak pernah tahu kejadian itu, saya melihat banyak orang yang ribut-ribut tadi sore didepan rumah pak Yakub. Tidak ada orang dari kami yang melihat ada orang lain yang masuk ke rumahnya, Keluarga mereka memang sangat jarang bergaul dan sangat tertutup", sahut Ijar.

Hingga petang hari, pihak kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut. Sejumlah warga juga terlihat semakin banyak yang berdatangan. Sementara itu seorang polisi mengatakan saay berada dalam TKP, ditemukan kain putih sudah berlumuran darah dari belakang rumah korban yang diduga kain tersebut digunakan untuk membersihkan darah dari senjata tajam yang digunakan oleh Pelaku.
Rumah Korban Pembacokan
Rumah Korban Pembacokan
"Ada kain putih dengan berlumuran darah yang ditemukan dibelakang rumah korban, Kain ini diduga digunakan untuk membersihkan senjata yang digunakan oleh pelaku", ujar petugas tersebut.

Terlihat dalam lokasi Wakapolresta Medan, AKBP Yusuf Hondawantri Naibaho, Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono dan Kapolsek Medan Baru, Polsek Sunggal juga langsung turun ke lokasi kejadian untuk penyilidikan. Sementara kerabat korban, Herdiansyah Talib terlihat menanggis melihat jasad keluarganya.
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 08.18

Rabu, 07 Oktober 2015

Peristiwa - Dollar AS Menurun Hingga Dibawah Rp 14 ribu, Antrean Di Money Changer Meledak - Dollar Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya sempat meledak tinggi hampir menyentuh Rp 15 ribu, kini telah jatuh hingga sekitar  Rp 13.810 -an. Banyak orang yang melepaskan dollar AS sebelum harganya jatuh semakin dalam.
VIP Money Changer
Akibat jatuhnya nilai dollar AS tersebut, pusat penukaran uang dan Valuta Asing (Valas) yang biasanya disebut Money Changer pun dipadati oleh nasabah yang akan melepaskan dollar AS. Salah satunya adalah VIP Money Changer di Menteng, Jakarta Pusat, telah diserbu dengan kepadatan nasabah yang tiada henti.

"Hingga sore ini sudah ada sekitar 1000 orang yang masuk dan aktifitas masih belum berhenti", ujar Anto, salah satu petugas VIP Monet Changer.
Antrian Nasabah Tiada Henti
Nomor antrean di Money Changer tersebut diperkirakan sudah mencapai lebih dari 800, yang terpantau dari ruangan money sudah dipenuhi oleh nasabah yang dengan sabar mengantre untuk menukarkan uang dollar AS. Bahkan orang-orang yang mengantre saking banyaknya, membuat kursi yang disediakan pada ruangan itu tidak mencukupi. Akibatnya banyak pelanggan terpaksa harus duduk di lantai untuk menunggu giliran.
Nasabah Rela Duduk Dilantai
"Bisa dilihat Dollar yang mulai melemah dari kemarin, dan sekarang sudah tidak lagi di level Rp 14 ribu. Hal ini juga diikuti mata uang lain seperti euro, dollar Singapure. Pada sore tadi saja dollar AS sudah mencapai Rp 13.780", tambahnya.

Dengan jatuhnya nilai mata uang AS (Dollar AS)  pada hari ini sempat menyentuh titik terendah hingga Rp 13.680.

Peristiwa - Dollar AS Menurun Hingga Dibawah Rp 14 ribu, Antrean Di Money Changer Meledak

Peristiwa - Dollar AS Menurun Hingga Dibawah Rp 14 ribu, Antrean Di Money Changer Meledak - Dollar Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya sempat meledak tinggi hampir menyentuh Rp 15 ribu, kini telah jatuh hingga sekitar  Rp 13.810 -an. Banyak orang yang melepaskan dollar AS sebelum harganya jatuh semakin dalam.
VIP Money Changer
Akibat jatuhnya nilai dollar AS tersebut, pusat penukaran uang dan Valuta Asing (Valas) yang biasanya disebut Money Changer pun dipadati oleh nasabah yang akan melepaskan dollar AS. Salah satunya adalah VIP Money Changer di Menteng, Jakarta Pusat, telah diserbu dengan kepadatan nasabah yang tiada henti.

"Hingga sore ini sudah ada sekitar 1000 orang yang masuk dan aktifitas masih belum berhenti", ujar Anto, salah satu petugas VIP Monet Changer.
Antrian Nasabah Tiada Henti
Nomor antrean di Money Changer tersebut diperkirakan sudah mencapai lebih dari 800, yang terpantau dari ruangan money sudah dipenuhi oleh nasabah yang dengan sabar mengantre untuk menukarkan uang dollar AS. Bahkan orang-orang yang mengantre saking banyaknya, membuat kursi yang disediakan pada ruangan itu tidak mencukupi. Akibatnya banyak pelanggan terpaksa harus duduk di lantai untuk menunggu giliran.
Nasabah Rela Duduk Dilantai
"Bisa dilihat Dollar yang mulai melemah dari kemarin, dan sekarang sudah tidak lagi di level Rp 14 ribu. Hal ini juga diikuti mata uang lain seperti euro, dollar Singapure. Pada sore tadi saja dollar AS sudah mencapai Rp 13.780", tambahnya.

Dengan jatuhnya nilai mata uang AS (Dollar AS)  pada hari ini sempat menyentuh titik terendah hingga Rp 13.680.
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 09.56

Sabtu, 03 Oktober 2015

Peristiwa - Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia Disebut Terparah Di Dunia - Seorang ilmuwan di Goddart Institute for Space Studies NASA, Dr Robert Field, menyebutkan bahwa asap kebakaran hutan Indonesia yang menyelimuti beberapa negara Asia Tenggara sebagai krisis terburuk dalam sejarah polusi udara.
Asap Tebal Selimuti Riau
Menurut NASA, dikutip oleh The Straits Times, masalah kabut asap ini sudah hampir separah masalah serupa yang pernah terjadi pada 1997 lalu.

Pada saat itu, kabut dari kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra, bencana kabut asap yang melanda Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand. Krisis kabut tahun ini telah membuat banyak kegiatan dan kesehatan dikompromikan. Kritik dari negara-negara tetangga terus mengkritik Indonesia atas upaya dianggap tidak cukup untuk mengatasi masalah ini.

"Kondisi saat ini sudah semakin mendekati seperti yang telah terjadi pada tahun 1997 lalu"ujarnya

Robert juga telah memperingatkan bahwa kekeringan berkepanjangan akan memperburuk tingkat polusi udara dan melakukan memecahkan rekor untuk yang terburuk.

"Jika hasil perkirakan cuaca tetap bertahan di musim kering,  hal itu akan pada tahun 2015 peringkat sebagai yang terburuk yang pernah tercatat. Kabut akan asap semakin padat," katanya

Global Fire Emissions Database, yang didukung oleh NASA, memperkirakan bahwa sekitar 600 juta ton gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kebakaran tahun ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meramalkan bahwa kerugian ekonomi dari bencana yang terjadi sebagai akibat dari kebakaran hutan dan kabut tanah di beberapa provinsi di Indonesia pada tahun 2015 dapat melebihi angka Rp 20 triliun. Kebakaran lahan dan hutan di Indonesia, yang kemudian menyebabkan kabut asap bencana, bukan pertama kalinya.
Asap Tebal Yang Parah
Selama 20 tahun terakhir, bencana serupa terjadi hampir setiap tahun. Sementara WALHI mengungkapkan dari Januari sampai September 2015, ada 16.334 titik panas (berdasarkan LAPAN) atau 24.086 (berdasarkan NASA FIRM) yang tersebar lima provinsi dengan kebakaran hutan terburuk, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Selatan Sumatera, dan Riau.

Titik panas  terletak di konsesi perusahaan. Beberapa dari mereka ada 2495 Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, 5672, 1005 Riau, Sumatera Selatan dan Jambi 4.416 2.842. Nilai ISPU di daerah-daerah dalam beberapa kali telah di atas tingkat yang berbahaya.

Contoh di Kalimantan Barat, pencemaran umum indeks standar (ISPU) telah mencapai 1.300, atau empat kali tingkat berbahaya (nomor 300-500), sedangkan nilai rata-rata ISPU mencapai 600-800.

Peristiwa - Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia Disebut Terparah Di Dunia

Peristiwa - Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia Disebut Terparah Di Dunia - Seorang ilmuwan di Goddart Institute for Space Studies NASA, Dr Robert Field, menyebutkan bahwa asap kebakaran hutan Indonesia yang menyelimuti beberapa negara Asia Tenggara sebagai krisis terburuk dalam sejarah polusi udara.
Asap Tebal Selimuti Riau
Menurut NASA, dikutip oleh The Straits Times, masalah kabut asap ini sudah hampir separah masalah serupa yang pernah terjadi pada 1997 lalu.

Pada saat itu, kabut dari kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra, bencana kabut asap yang melanda Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand. Krisis kabut tahun ini telah membuat banyak kegiatan dan kesehatan dikompromikan. Kritik dari negara-negara tetangga terus mengkritik Indonesia atas upaya dianggap tidak cukup untuk mengatasi masalah ini.

"Kondisi saat ini sudah semakin mendekati seperti yang telah terjadi pada tahun 1997 lalu"ujarnya

Robert juga telah memperingatkan bahwa kekeringan berkepanjangan akan memperburuk tingkat polusi udara dan melakukan memecahkan rekor untuk yang terburuk.

"Jika hasil perkirakan cuaca tetap bertahan di musim kering,  hal itu akan pada tahun 2015 peringkat sebagai yang terburuk yang pernah tercatat. Kabut akan asap semakin padat," katanya

Global Fire Emissions Database, yang didukung oleh NASA, memperkirakan bahwa sekitar 600 juta ton gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kebakaran tahun ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meramalkan bahwa kerugian ekonomi dari bencana yang terjadi sebagai akibat dari kebakaran hutan dan kabut tanah di beberapa provinsi di Indonesia pada tahun 2015 dapat melebihi angka Rp 20 triliun. Kebakaran lahan dan hutan di Indonesia, yang kemudian menyebabkan kabut asap bencana, bukan pertama kalinya.
Asap Tebal Yang Parah
Selama 20 tahun terakhir, bencana serupa terjadi hampir setiap tahun. Sementara WALHI mengungkapkan dari Januari sampai September 2015, ada 16.334 titik panas (berdasarkan LAPAN) atau 24.086 (berdasarkan NASA FIRM) yang tersebar lima provinsi dengan kebakaran hutan terburuk, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Selatan Sumatera, dan Riau.

Titik panas  terletak di konsesi perusahaan. Beberapa dari mereka ada 2495 Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, 5672, 1005 Riau, Sumatera Selatan dan Jambi 4.416 2.842. Nilai ISPU di daerah-daerah dalam beberapa kali telah di atas tingkat yang berbahaya.

Contoh di Kalimantan Barat, pencemaran umum indeks standar (ISPU) telah mencapai 1.300, atau empat kali tingkat berbahaya (nomor 300-500), sedangkan nilai rata-rata ISPU mencapai 600-800.
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 18.55

Jumat, 02 Oktober 2015

Peristiwa - Seorang PNS Tega Tinggalkan Istrinya Yang Sedang Mengalami Kanker Stadium Empat - Seorang PNS asal Pemkab Simalungun, Iskak Simanjuntak dengan tega menelantarkan istrinya yang sedang terbaring di rumah sakit karena menderita penyakit Kanker payudara yang sudah stadium empat. Saat ini Iskak menghilang bagai ditelan bumi, menginggalkan istri dan tiga anaknya yang masih kecil. Hingga kini masih belum pernah kembali kerumah sejak dua bulan terakhir. 

Menghadapi situasi yang sudah terjepit seperti ini, Elly Damanik istri dari Iskak langsung membuat iklan pada Harian Tribun Medan, yang berisi "sebuah panggilan kepada Bapak Iskak Simanjuntak, Alamat Jalan Pendeta Wismar Saragih, Gg Karsim Pematang Siantar. Pekerjaan PNS Pembda Simalungun, telah meninggalkan rumah 2 bulan. Istri sedang sakit keras. Kembalilah Dari Istri, Elly Damanik 085370785372".
Iskak Simanjutak Tega Tinggalkan Istri Yang Sedang Sakit
Hingga saat ini baik keluarga ataupun kerabat masih belum mengetahui keberadaan Iskak Simanjuntak, Sementara sang Istri yang dijumpai tengah terbaring di RSUP Adam Malik pada hari Kamis(1/10/15) dengan wajah yang terlihat pucat. Dia berharap sang suami bisa kembali dalam keadaan sehat dan bisa bertemu kembali dengan dirinya dan anak-anaknya.

Tercatat sudah empat bulan terakhir ini kondisi fisik Elly menurun dengan drastis, penyakit Kankier yang menggerogoti payudaranya sudah mencapai stadium empat.

"Saya tidak tahu kemana dia, sejak dua bulan lalu dia pergi dan tak pernah kembali lagi ke rumah", jelas Elly.

Elly awalnya berpikir suaminya sempat memintar kartu ATM yang selama ini dipegangnya untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Pasalnya gaji yang diperoleh Iskak sebagai PNS di Pemkab Simalungun selalu ditransfer di ATM tersebut. 

"Saya sendiri hanya seorang ibu rumah tangga, tidak memiliki penghasilan. Alasan dia meminta kartu ATM hanya ingin mengambil uang sedikit untuk perbaiki sepeda anak saya", tambahnya.

Setelah memperbaiki sepeda, Elly terkejut melihat anak nomor tiga, Kristian Simanjuntak pulang seorang diri, Kristian sempat menceritakan bahwa dirinya dititipkan oleh ayahnya kepada seorang supir angkutan umum dan dipesannya agar diturunkan didepan gang rumah mereka.

"Waktu saya tanya kepada anak saya, kemana ayah? anak saya mengatakan bahwa ayahnya sedang menjahit celana yang robek, namun ditunggu-tunggu hingga sore, malam, besok dan sampai hari ini tidak juga pulang. Saya sudah menghubungi ponselnya namun tidak nyambung. Bahkan dia juga tidak tahu bahwa saya sekarang berada di sini", tutur Elly, warga Jalan Pendeta Wismar Saragih, Gg Karsim, Kota Pematang Siantar ini. 

Sebelum dirawat inap di RSUP Adam Malik, Elly sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Djasaman Saragih Siantar.

"Pihak Rumah Sakit Djasaman merujuk saya ke Adam Malik agar bisa mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Mereka mengatakan bahwa peralatan di Adam Malik lebih lengkap",
Elly Damanik Yang Terbaring Di RSUD Adam Malik
Saat ditanya alasan yang membuat Iskak Simanjuntak meninggalkannya, Elly hanya bisa menggelengkan kepala, air mata menitik jatuh mengalir membasahi kedua sisi pipi yang kusam. Elly menyebukan bahwa dia dan Iskak selama ini tidak pernah memiliki masalah pribadi. Rumah tangga mereka selama ini juga langgeng-langgeng saja. Namun memang sejak Elly dideteksi menderita kanker payudara, PNS asal Pemkab Simalungun terkesan tidak menyetujui pengobatan medis. Sebaliknya dia selalu menyarankan Elly untuk berobat ke orang pintar atau melakukan pengobatan alternatif.

"Setelah mengetahui saya mengalami Kanker Payudara, saya ingin berobat ke dokter agar bisa kemoterapi. Namun suami saya bilang jika dikemoterapi kondisi saya bisa semakin memburuk. Sering dia bilang, kemoterapi hanya membuat pasien supaya lebih cepat mati. Saya menurut namun karena penyakit semakin gawat, keluarga saya membawa saya ke rumah sakit", jelas Elly.

Beberapa hari Setelah iskak Simanjuntak tidak pulang kerumah, Elly sempat mengadu ke keluarga besarnya dan mereka kemudian untuk memasang iklan di koran. Hal ini sebenarnya didorong dengan kekhawatiran. Elly hanya taku jika suaminya ini mendapatkan masalah yang tidak diinginkan. Kekhawatiran ini tidak terbukti, sebab setelah memasang iklan di Harian Tribun, Iskak sempat menelepon, namun anehnya tidak langsung kepada Elly.

"Dia menelepon tetangga kami. Juga puteri saya ini, Teresia. Kata dia, sebenarnya dia ingin pulang. Tapi tidak punya uang. Karena itu minta ditransferkan duit Rp 50 ribu. Juga pulsa isi 50 ribu. Sama tetangga-tetanga kami yang datang jenguk ke sini, dia juga minta uang. Ada juga yang mengaku sudah ngasih uangnya," kata Elly.

Kalimat Elly dibenarkan Teresia Simanjuntak. "Tapi aku nggak punya uang, Bang. Jadi aku nggak kasih. Apalagi Mamak (Ibu) sedang sakit. Uang kami pun tak ada. Mau minta sama siapa?" ucap Teresia.

"Setelah itu Bapak nggak pernah menelepon lagi. Sampai sekarang. Nggak tahu kenapa. Padahal Mamak sakit keras. Bapak tahu itu. Tapi Bapak nggak mau pulang. Harapan aku, pulanglah, Pak. Kami rindu sama Bapak. Kami rindu berkumpul lagi kayak dulu," kata Teresia sembari terisak- isak.

Elly sendiri dijadwalkan menjalani pemeriksaan Multi Slice Computer Tomography Scan (MSCT-Scan). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari serangkaian perawatan yang harus ia jalani. Perawatan-perawatan ini tentunya membutuhkan dana besar. Di lain sisi, pascasuaminya Iskak Simanjuntak menghilang, Elly praktis tidak memiliki penghasilan.

"Yang bekerja itu suami saya. Sejak dia pergi, dan ATM dia yang pegang, saya tidak ada uang masuk sama sekali. Ada pun uang dari pemberian keluarga, atau sumbangan teman dan tetangga," sebut Elly.

Ketiadaan biaya ini memusingkan Elly. Ia pun berencana menjual rumahnya. "Selain untuk biaya pengobatan saya, bisa juga untuk tambah-tambahan biaya pendidikan anak- anak saya, di samping makan sehari-hari," ucapnya.

Pasangan Iskak Simanjuntak-Elly Damanik memiliki tiga anak. Sulung bernama Sindi Simanjuntak, 14 tahun, kini duduk di kelas sembilan SMP Negeri 3 Siantar. Anak kedua dan ketiga masing-masing Teresia Simanjuntak (13), kelas tujuh SMP Negeri 3 Siantar, dan Kristian Simanjuntak (8), yang masih duduk di bangku kelas tiga SD. (jefri susetio).

Sumber: Harian Tribun

Peristiwa - Seorang PNS Tega Tinggalkan Istrinya Yang Sedang Mengalami Kanker Stadium Empat

Peristiwa - Seorang PNS Tega Tinggalkan Istrinya Yang Sedang Mengalami Kanker Stadium Empat - Seorang PNS asal Pemkab Simalungun, Iskak Simanjuntak dengan tega menelantarkan istrinya yang sedang terbaring di rumah sakit karena menderita penyakit Kanker payudara yang sudah stadium empat. Saat ini Iskak menghilang bagai ditelan bumi, menginggalkan istri dan tiga anaknya yang masih kecil. Hingga kini masih belum pernah kembali kerumah sejak dua bulan terakhir. 

Menghadapi situasi yang sudah terjepit seperti ini, Elly Damanik istri dari Iskak langsung membuat iklan pada Harian Tribun Medan, yang berisi "sebuah panggilan kepada Bapak Iskak Simanjuntak, Alamat Jalan Pendeta Wismar Saragih, Gg Karsim Pematang Siantar. Pekerjaan PNS Pembda Simalungun, telah meninggalkan rumah 2 bulan. Istri sedang sakit keras. Kembalilah Dari Istri, Elly Damanik 085370785372".
Iskak Simanjutak Tega Tinggalkan Istri Yang Sedang Sakit
Hingga saat ini baik keluarga ataupun kerabat masih belum mengetahui keberadaan Iskak Simanjuntak, Sementara sang Istri yang dijumpai tengah terbaring di RSUP Adam Malik pada hari Kamis(1/10/15) dengan wajah yang terlihat pucat. Dia berharap sang suami bisa kembali dalam keadaan sehat dan bisa bertemu kembali dengan dirinya dan anak-anaknya.

Tercatat sudah empat bulan terakhir ini kondisi fisik Elly menurun dengan drastis, penyakit Kankier yang menggerogoti payudaranya sudah mencapai stadium empat.

"Saya tidak tahu kemana dia, sejak dua bulan lalu dia pergi dan tak pernah kembali lagi ke rumah", jelas Elly.

Elly awalnya berpikir suaminya sempat memintar kartu ATM yang selama ini dipegangnya untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Pasalnya gaji yang diperoleh Iskak sebagai PNS di Pemkab Simalungun selalu ditransfer di ATM tersebut. 

"Saya sendiri hanya seorang ibu rumah tangga, tidak memiliki penghasilan. Alasan dia meminta kartu ATM hanya ingin mengambil uang sedikit untuk perbaiki sepeda anak saya", tambahnya.

Setelah memperbaiki sepeda, Elly terkejut melihat anak nomor tiga, Kristian Simanjuntak pulang seorang diri, Kristian sempat menceritakan bahwa dirinya dititipkan oleh ayahnya kepada seorang supir angkutan umum dan dipesannya agar diturunkan didepan gang rumah mereka.

"Waktu saya tanya kepada anak saya, kemana ayah? anak saya mengatakan bahwa ayahnya sedang menjahit celana yang robek, namun ditunggu-tunggu hingga sore, malam, besok dan sampai hari ini tidak juga pulang. Saya sudah menghubungi ponselnya namun tidak nyambung. Bahkan dia juga tidak tahu bahwa saya sekarang berada di sini", tutur Elly, warga Jalan Pendeta Wismar Saragih, Gg Karsim, Kota Pematang Siantar ini. 

Sebelum dirawat inap di RSUP Adam Malik, Elly sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Djasaman Saragih Siantar.

"Pihak Rumah Sakit Djasaman merujuk saya ke Adam Malik agar bisa mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Mereka mengatakan bahwa peralatan di Adam Malik lebih lengkap",
Elly Damanik Yang Terbaring Di RSUD Adam Malik
Saat ditanya alasan yang membuat Iskak Simanjuntak meninggalkannya, Elly hanya bisa menggelengkan kepala, air mata menitik jatuh mengalir membasahi kedua sisi pipi yang kusam. Elly menyebukan bahwa dia dan Iskak selama ini tidak pernah memiliki masalah pribadi. Rumah tangga mereka selama ini juga langgeng-langgeng saja. Namun memang sejak Elly dideteksi menderita kanker payudara, PNS asal Pemkab Simalungun terkesan tidak menyetujui pengobatan medis. Sebaliknya dia selalu menyarankan Elly untuk berobat ke orang pintar atau melakukan pengobatan alternatif.

"Setelah mengetahui saya mengalami Kanker Payudara, saya ingin berobat ke dokter agar bisa kemoterapi. Namun suami saya bilang jika dikemoterapi kondisi saya bisa semakin memburuk. Sering dia bilang, kemoterapi hanya membuat pasien supaya lebih cepat mati. Saya menurut namun karena penyakit semakin gawat, keluarga saya membawa saya ke rumah sakit", jelas Elly.

Beberapa hari Setelah iskak Simanjuntak tidak pulang kerumah, Elly sempat mengadu ke keluarga besarnya dan mereka kemudian untuk memasang iklan di koran. Hal ini sebenarnya didorong dengan kekhawatiran. Elly hanya taku jika suaminya ini mendapatkan masalah yang tidak diinginkan. Kekhawatiran ini tidak terbukti, sebab setelah memasang iklan di Harian Tribun, Iskak sempat menelepon, namun anehnya tidak langsung kepada Elly.

"Dia menelepon tetangga kami. Juga puteri saya ini, Teresia. Kata dia, sebenarnya dia ingin pulang. Tapi tidak punya uang. Karena itu minta ditransferkan duit Rp 50 ribu. Juga pulsa isi 50 ribu. Sama tetangga-tetanga kami yang datang jenguk ke sini, dia juga minta uang. Ada juga yang mengaku sudah ngasih uangnya," kata Elly.

Kalimat Elly dibenarkan Teresia Simanjuntak. "Tapi aku nggak punya uang, Bang. Jadi aku nggak kasih. Apalagi Mamak (Ibu) sedang sakit. Uang kami pun tak ada. Mau minta sama siapa?" ucap Teresia.

"Setelah itu Bapak nggak pernah menelepon lagi. Sampai sekarang. Nggak tahu kenapa. Padahal Mamak sakit keras. Bapak tahu itu. Tapi Bapak nggak mau pulang. Harapan aku, pulanglah, Pak. Kami rindu sama Bapak. Kami rindu berkumpul lagi kayak dulu," kata Teresia sembari terisak- isak.

Elly sendiri dijadwalkan menjalani pemeriksaan Multi Slice Computer Tomography Scan (MSCT-Scan). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari serangkaian perawatan yang harus ia jalani. Perawatan-perawatan ini tentunya membutuhkan dana besar. Di lain sisi, pascasuaminya Iskak Simanjuntak menghilang, Elly praktis tidak memiliki penghasilan.

"Yang bekerja itu suami saya. Sejak dia pergi, dan ATM dia yang pegang, saya tidak ada uang masuk sama sekali. Ada pun uang dari pemberian keluarga, atau sumbangan teman dan tetangga," sebut Elly.

Ketiadaan biaya ini memusingkan Elly. Ia pun berencana menjual rumahnya. "Selain untuk biaya pengobatan saya, bisa juga untuk tambah-tambahan biaya pendidikan anak- anak saya, di samping makan sehari-hari," ucapnya.

Pasangan Iskak Simanjuntak-Elly Damanik memiliki tiga anak. Sulung bernama Sindi Simanjuntak, 14 tahun, kini duduk di kelas sembilan SMP Negeri 3 Siantar. Anak kedua dan ketiga masing-masing Teresia Simanjuntak (13), kelas tujuh SMP Negeri 3 Siantar, dan Kristian Simanjuntak (8), yang masih duduk di bangku kelas tiga SD. (jefri susetio).

Sumber: Harian Tribun
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 20.19

Kamis, 01 Oktober 2015

Peristiwa - Sebelum Penggerebekan, Tim Mabes Polri Menyamar Untuk Mengurus SIM - Sebelum melakukan penggerebekan oleh Tim Divisi Propam Mabes Polri telah melakukan percobaan terjun lapangan sebagai masyarakat yang ingin mengurus permohonan SIM(Surat Izin Mengemudi), dari sana langsung pihak Mabes Polri menemukan praktik percaloan pergurusan SIM di Kantor Satlantas Polresta Medan. 
Irjen Anton Charliyan
Temuan ini merupakan lanjutan dari laporan dari beberapa masyarakat yang resah dengan sulitnya melakukan permohonan SIM. Salah satu sumber di Polresta Medan mengatakan saat turun ke Medan Mabes Polri tidak langsung melakukan penggerbekan namun mereka melakukan penelusuran lebih dulu, Kamis(1/10/15).

"Kemarin, ada petugas dari Mabes Polri yang menyamar sebagai masyarakat dan mencoba untuk mengurus SIM. Saat berada diruangan pendaftaran, petugas yang menyamar tersebut didatangi oleh dua orang calo. Petugas tersebut lali dibawa ke petugas pengurusan SIM. Setelah bertemu dengan salah satu Satlantas yang mengurus formulis pendaftaran dan juga kawan dari Si Calo, petugas Satlantas itu langsung meminta dana sebesar 700 ribu rupiah dan petugas yang sedang melakukan penyamaran itu dipastikan akan lulus dan langsung mendapatkan SIM tanpa harus mengikuti ujian lisan dan praktik", ujar sumber yang berpangkat Bripka.

Ruang Tunggu Satlantas Sepi
Setelah membuktikan apa yang dikeluhkan oleh masyarakat terkain maraknya calo dan persulit dalam permohonan SIM di Satlantas Polresta Medan. Petugas Mabes Polri langsung mengamankan kedua calo dan juga petugas Satlantas itu. Tidak lama kemudia tim lainnya dan juga didampingi oleh Propam Polda Sumun masuk. Semua berkas pengurusan SIM juga disita dan petugas yang sedang dinas di Satlantas termasuk beberapa perwira juga diamankan.

Hingga petang sore tadi, petugas Propam Mabes Polri masih terlihat berada di Kantor Satlantas Polresta Medan. Beberapa informasi yang beredar mereka masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perwira Satlantas. Sedangkan pelayanan pengurusan SIM harus terhenti, pintu gerbang di tutup, ruangan tunggu yang biasanya ramai langsung terlihat kosong tanpa pengunjung.

Peristiwa - Sebelum Penggerebekan, Tim Mabes Polri Menyamar Untuk Mengurus SIM

Peristiwa - Sebelum Penggerebekan, Tim Mabes Polri Menyamar Untuk Mengurus SIM - Sebelum melakukan penggerebekan oleh Tim Divisi Propam Mabes Polri telah melakukan percobaan terjun lapangan sebagai masyarakat yang ingin mengurus permohonan SIM(Surat Izin Mengemudi), dari sana langsung pihak Mabes Polri menemukan praktik percaloan pergurusan SIM di Kantor Satlantas Polresta Medan. 
Irjen Anton Charliyan
Temuan ini merupakan lanjutan dari laporan dari beberapa masyarakat yang resah dengan sulitnya melakukan permohonan SIM. Salah satu sumber di Polresta Medan mengatakan saat turun ke Medan Mabes Polri tidak langsung melakukan penggerbekan namun mereka melakukan penelusuran lebih dulu, Kamis(1/10/15).

"Kemarin, ada petugas dari Mabes Polri yang menyamar sebagai masyarakat dan mencoba untuk mengurus SIM. Saat berada diruangan pendaftaran, petugas yang menyamar tersebut didatangi oleh dua orang calo. Petugas tersebut lali dibawa ke petugas pengurusan SIM. Setelah bertemu dengan salah satu Satlantas yang mengurus formulis pendaftaran dan juga kawan dari Si Calo, petugas Satlantas itu langsung meminta dana sebesar 700 ribu rupiah dan petugas yang sedang melakukan penyamaran itu dipastikan akan lulus dan langsung mendapatkan SIM tanpa harus mengikuti ujian lisan dan praktik", ujar sumber yang berpangkat Bripka.

Ruang Tunggu Satlantas Sepi
Setelah membuktikan apa yang dikeluhkan oleh masyarakat terkain maraknya calo dan persulit dalam permohonan SIM di Satlantas Polresta Medan. Petugas Mabes Polri langsung mengamankan kedua calo dan juga petugas Satlantas itu. Tidak lama kemudia tim lainnya dan juga didampingi oleh Propam Polda Sumun masuk. Semua berkas pengurusan SIM juga disita dan petugas yang sedang dinas di Satlantas termasuk beberapa perwira juga diamankan.

Hingga petang sore tadi, petugas Propam Mabes Polri masih terlihat berada di Kantor Satlantas Polresta Medan. Beberapa informasi yang beredar mereka masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perwira Satlantas. Sedangkan pelayanan pengurusan SIM harus terhenti, pintu gerbang di tutup, ruangan tunggu yang biasanya ramai langsung terlihat kosong tanpa pengunjung.
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 16.50
Peristiwa - Satlantas Polreta Medan Di Gerebek Oleh Mabes Polri - Petugas Divisi Propam Mabes Polri yang dibantu oleh Bid Propam Polda Sumut menggerebek Kantor Satlantas Polreta Medan akibat beberapa laporan dari keluhan masyarakat yang dipersulit dalam pemohonan pembuatan SIM, Rabu Sore(30/9/2015).
Satlantas Medan
Saat menggeledah ruangan regestrasi dan indentifikasi, puluhan petugas langsung diamankan. Bukan hanya itu mereka juga menyita semua berkas dari permohonan pembuatan SIM(Surat Izin Mengemudi) dari meja petugas. Beberapa media menyebytkan bahwa puluhan petigas di Satlantas Polresta Medan yang terdiri dari PNS Poldi, Sejumlah Anggota Satlantas dan Petuga Harian Lepas(PHL) sudah diamankan, termaksud juga Kanit dan Panit bagian Register Identifikasi sudah diamankan keluar kantor.

Mereka kemudian diminta naik ke dalam mobil untuk dibawa langsung ke kantor Propam Polda Sumut untuk dimintai keterangan mengenai masalah ini. Informasi penggerebekan beredar karena beberapa petugas Divisi Propam Mabes Polri mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan permainan permohonan SIM di Satlantas Polresta Medan.

Kasat Lantas Polreta Medan Kompol M Hasan yang dimintai keterangan mengenai kasus permainan permohonan SIM mengaku tidak tahu mengenai masalah ini dan membantah bahwa terjadi penggerebekan. "Saya kurang tahu, memang yang datang itu anggota Propan Polda, saya tidak tahu apa maksud dari kedatangan Propam ke kantor", ujarnya.
Satlantas Medan
Sementara hingga menjelang Maghrib, Wakapolresta Medan AKBP Hondawantri Naibaho, Kasat Narkoba Polresta Kompol Wahyudi, Kasat Reskrim Polresta Kompol Aldi Subartono serta Kasi Propam Polresta AKP Iskandar, terlihat standby di halaman Kantor Sat Lantas Polresta Medan

Peristiwa - Satlantas Polreta Medan Di Gerebek Oleh Mabes Polri

Peristiwa - Satlantas Polreta Medan Di Gerebek Oleh Mabes Polri - Petugas Divisi Propam Mabes Polri yang dibantu oleh Bid Propam Polda Sumut menggerebek Kantor Satlantas Polreta Medan akibat beberapa laporan dari keluhan masyarakat yang dipersulit dalam pemohonan pembuatan SIM, Rabu Sore(30/9/2015).
Satlantas Medan
Saat menggeledah ruangan regestrasi dan indentifikasi, puluhan petugas langsung diamankan. Bukan hanya itu mereka juga menyita semua berkas dari permohonan pembuatan SIM(Surat Izin Mengemudi) dari meja petugas. Beberapa media menyebytkan bahwa puluhan petigas di Satlantas Polresta Medan yang terdiri dari PNS Poldi, Sejumlah Anggota Satlantas dan Petuga Harian Lepas(PHL) sudah diamankan, termaksud juga Kanit dan Panit bagian Register Identifikasi sudah diamankan keluar kantor.

Mereka kemudian diminta naik ke dalam mobil untuk dibawa langsung ke kantor Propam Polda Sumut untuk dimintai keterangan mengenai masalah ini. Informasi penggerebekan beredar karena beberapa petugas Divisi Propam Mabes Polri mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dugaan permainan permohonan SIM di Satlantas Polresta Medan.

Kasat Lantas Polreta Medan Kompol M Hasan yang dimintai keterangan mengenai kasus permainan permohonan SIM mengaku tidak tahu mengenai masalah ini dan membantah bahwa terjadi penggerebekan. "Saya kurang tahu, memang yang datang itu anggota Propan Polda, saya tidak tahu apa maksud dari kedatangan Propam ke kantor", ujarnya.
Satlantas Medan
Sementara hingga menjelang Maghrib, Wakapolresta Medan AKBP Hondawantri Naibaho, Kasat Narkoba Polresta Kompol Wahyudi, Kasat Reskrim Polresta Kompol Aldi Subartono serta Kasi Propam Polresta AKP Iskandar, terlihat standby di halaman Kantor Sat Lantas Polresta Medan
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 16.18

Minggu, 27 September 2015

Peristiwa - Mobil Pasangan Kekasih Terseret Kereta Api Hingga 200 Meter - Warga Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat yang tinggal tak jauh dari sebuah perlintasan Kereta Api dibelakang Kantor Pertamina Lahat pada hari Minggu(27/9/15) sekitar pukul 14.00 mendadak menjerik dengan histeris ketikan melihat sebuah mobil Avanza bernomor plat BG 1214 YC diseret oleh kereta api Lokomof yang dikemudikan oleh masinis Haris AW dan asisten masinis Yoga Dien Nulhaqi.
Kondisi Mobil Rusak Parah
Diketahui bahwa yang mengendarai Mobil Avanza tersebut adalah seorang Brigpol Febriansyah yang merupakan anggota Polres Lahat bersama pacarnya Leni Rahmati. Kereta Api Lokomotif dengan nomor KA 2129 KA Barang itu sendiri melaju dari arah keluarahan Banda Agung menuju stasiun KA Lahat.  Seorang saksi mata yang bernama Baskoro menceritakan bahwa suara gemuruh begitu keras terdengar saat Mobil tersebut diseret karena berbenturan dengan berbatuan penopang rek kereta.

"Berhenti, berhenti, ado mobil tertabrak mati gek wongny ni", ujar Baskoro ketika menirukan seruan warga setempat menghentikan kereta api yang menyeret mobol Febriansyah dan Leni.

Baskoro menceritakan bahwa meskipun samar melihat kejadi tersebut, namun dia juga melihat kedua orang yang berada dalam mobil sangat panik. Namun cukup beruntung, katanya saat warga sudah menghadang sambil melambaikan tangan kereta berhenti dari jarak sekitar 200 meter di lokasi kejadian.

"Panik, apalagi kereta masih tetap jalan meskipun mobil sudah terseret. Jika tidak berhenti tidak tahu lagi apa yang terjadi. Pas sebelum kejadian mobil melintas dari arah lapangan gelora serame Lahat dan sepertinya akan ke arah pertamina", tambhanya.

Akibat kejadian tersbeut mobil dengan tipe Avanza tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian badan mobil. Sementara kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Unit Darurat Lahat. Kabarnya keduanya mengalami shock berata dan luka lecet akibat insiden tersebut.

Kasat Lantas Polres Lahat, AKP Marully RA SH menerangkan bahwa sebelum kejadian mobil melintas dari lapangan gelora sereme, Lahat tidak melihat kekanan atau kekiri dan langsung melaju terus.

"Keduanya tidak melihat kiri kanan hingga saat bersamaan kereta lokomotif yang melintas hingga terjadilah insiden tersebut", jelasnya.

Marully juga mengakui bahwa pada lokasi kejadi memang tidak tersedia palang perlintasan kereta api. Pihaknya sendiri akan segera mengkoordinasikan dengan pihak PT KAI untuk mengupayakan pemasangan palang perlintasan sehingga kejadian yang sama tidak akan terulang kembali.

Peristiwa - Mobil Pasangan Kekasih Terseret Kereta Api Hingga 200 Meter

Peristiwa - Mobil Pasangan Kekasih Terseret Kereta Api Hingga 200 Meter - Warga Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat yang tinggal tak jauh dari sebuah perlintasan Kereta Api dibelakang Kantor Pertamina Lahat pada hari Minggu(27/9/15) sekitar pukul 14.00 mendadak menjerik dengan histeris ketikan melihat sebuah mobil Avanza bernomor plat BG 1214 YC diseret oleh kereta api Lokomof yang dikemudikan oleh masinis Haris AW dan asisten masinis Yoga Dien Nulhaqi.
Kondisi Mobil Rusak Parah
Diketahui bahwa yang mengendarai Mobil Avanza tersebut adalah seorang Brigpol Febriansyah yang merupakan anggota Polres Lahat bersama pacarnya Leni Rahmati. Kereta Api Lokomotif dengan nomor KA 2129 KA Barang itu sendiri melaju dari arah keluarahan Banda Agung menuju stasiun KA Lahat.  Seorang saksi mata yang bernama Baskoro menceritakan bahwa suara gemuruh begitu keras terdengar saat Mobil tersebut diseret karena berbenturan dengan berbatuan penopang rek kereta.

"Berhenti, berhenti, ado mobil tertabrak mati gek wongny ni", ujar Baskoro ketika menirukan seruan warga setempat menghentikan kereta api yang menyeret mobol Febriansyah dan Leni.

Baskoro menceritakan bahwa meskipun samar melihat kejadi tersebut, namun dia juga melihat kedua orang yang berada dalam mobil sangat panik. Namun cukup beruntung, katanya saat warga sudah menghadang sambil melambaikan tangan kereta berhenti dari jarak sekitar 200 meter di lokasi kejadian.

"Panik, apalagi kereta masih tetap jalan meskipun mobil sudah terseret. Jika tidak berhenti tidak tahu lagi apa yang terjadi. Pas sebelum kejadian mobil melintas dari arah lapangan gelora serame Lahat dan sepertinya akan ke arah pertamina", tambhanya.

Akibat kejadian tersbeut mobil dengan tipe Avanza tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian badan mobil. Sementara kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Unit Darurat Lahat. Kabarnya keduanya mengalami shock berata dan luka lecet akibat insiden tersebut.

Kasat Lantas Polres Lahat, AKP Marully RA SH menerangkan bahwa sebelum kejadian mobil melintas dari lapangan gelora sereme, Lahat tidak melihat kekanan atau kekiri dan langsung melaju terus.

"Keduanya tidak melihat kiri kanan hingga saat bersamaan kereta lokomotif yang melintas hingga terjadilah insiden tersebut", jelasnya.

Marully juga mengakui bahwa pada lokasi kejadi memang tidak tersedia palang perlintasan kereta api. Pihaknya sendiri akan segera mengkoordinasikan dengan pihak PT KAI untuk mengupayakan pemasangan palang perlintasan sehingga kejadian yang sama tidak akan terulang kembali.
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 15.37

Sabtu, 26 September 2015

Peristiwa - Musibah Mina Menewaskan Tiga WNI - Musibah di Mina, Arab Saudi pada hari Kamis (24/9/15) telah menewaskan tiga warga negara Indonesia. Kepastian jumlah korban dalam insiden tersebut langsung dikonfirmasikan oleh Wakil Duta Besar RI di Arab Saudi, Sunarko.

"Bersama Menteri Agama dan Dirjen Haji, kami baru saja meninggalkan Rumah Sakit AL Jsr Mina, untuk mengetahui kondisi dan situasi korban bencana tersebut. Hingga pukul 16.00 waktu setempat di Arab Saudi, kami mendapatkan korban identifikasi tiga WNI jemaah haji meninggal akibat musibah tersebut", Ujar Sunarko, lewat Direktorat Perlindungan WNI Kementrian Luar Negeri RI.
Korban Di Mina
Dua Warga Negara Indonesia yang diketahui indentitasnya yaini, Hamid Atuwi (Laki-laki) asal Surabaya dan Sauyah (Perempuan) asal Batam, korban ketiga adalah laki-laki namun hingga saat ini masih belum diketahui identitas namanya,

Jenazah yang ketiga sangat sulit diidentifikasi hal tersebut dikarenakan tidak ada gelang identitas ditangannya. Namun hanya bisa diketahui bahwa dia berasal dari Probolinggo. Diketahui asalnya karena jenazah ketiga menggunakan Safari Travel, data korban sedang diklarifikasi lanjut. 

Sementara itu ada satu korban yang juga asal Indonesia masih dalam keadaan kritis hingga saat ini. Dia sedang menjalani perawatan intensif di RS Annur, Mekkah. Dengan demikian jumlah WNI korban musibah di Mina diketahui masih mencapai empat orang. Pemerintah Arab Saudi mengumumkan jumlah korban akibat insiden di Mina yang terus bertambah. Saat ini jumlah korban yang tercatat sudah lebih dari 700 korban jiwa, dan yang mendapatkan luka pada musibah itu mencapai 863 orang.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kallas sempat menyatakan duka cita atas korban musibah di Mina yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari berbagai negara."Kita bersedih dan berduka atas insiden tersebit, namun semuanya ada hikmahnya", Ujar Wakil Presiden RI sebelum sarapa pagi di Hotel Hilton Manhattan East, New York.
Musibah Di Mina
Wapres RI berpesan agar jemaah hati tidak perlu panik dan harus tetap disiplin mengikuti arahan dari masing-masing pembimbing di kelompoknya. "Musibah terjadi karena adanya kepanikan di tengah ribuan jemaah yang sedang bersama-sama menunaikan ibadah haji", jelas Wapres RI.

"Tidak akan mudah untuk mengelola jutaan orang dalam waktu bersamaan", tambah Kalla. Wakil Presiden RI juga mengingatkan kepada para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan mengingat cuaca yang cukup panas di Mekkah. 

Peristiwa - Musibah Mina Menewaskan Tiga WNI

Peristiwa - Musibah Mina Menewaskan Tiga WNI - Musibah di Mina, Arab Saudi pada hari Kamis (24/9/15) telah menewaskan tiga warga negara Indonesia. Kepastian jumlah korban dalam insiden tersebut langsung dikonfirmasikan oleh Wakil Duta Besar RI di Arab Saudi, Sunarko.

"Bersama Menteri Agama dan Dirjen Haji, kami baru saja meninggalkan Rumah Sakit AL Jsr Mina, untuk mengetahui kondisi dan situasi korban bencana tersebut. Hingga pukul 16.00 waktu setempat di Arab Saudi, kami mendapatkan korban identifikasi tiga WNI jemaah haji meninggal akibat musibah tersebut", Ujar Sunarko, lewat Direktorat Perlindungan WNI Kementrian Luar Negeri RI.
Korban Di Mina
Dua Warga Negara Indonesia yang diketahui indentitasnya yaini, Hamid Atuwi (Laki-laki) asal Surabaya dan Sauyah (Perempuan) asal Batam, korban ketiga adalah laki-laki namun hingga saat ini masih belum diketahui identitas namanya,

Jenazah yang ketiga sangat sulit diidentifikasi hal tersebut dikarenakan tidak ada gelang identitas ditangannya. Namun hanya bisa diketahui bahwa dia berasal dari Probolinggo. Diketahui asalnya karena jenazah ketiga menggunakan Safari Travel, data korban sedang diklarifikasi lanjut. 

Sementara itu ada satu korban yang juga asal Indonesia masih dalam keadaan kritis hingga saat ini. Dia sedang menjalani perawatan intensif di RS Annur, Mekkah. Dengan demikian jumlah WNI korban musibah di Mina diketahui masih mencapai empat orang. Pemerintah Arab Saudi mengumumkan jumlah korban akibat insiden di Mina yang terus bertambah. Saat ini jumlah korban yang tercatat sudah lebih dari 700 korban jiwa, dan yang mendapatkan luka pada musibah itu mencapai 863 orang.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kallas sempat menyatakan duka cita atas korban musibah di Mina yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari berbagai negara."Kita bersedih dan berduka atas insiden tersebit, namun semuanya ada hikmahnya", Ujar Wakil Presiden RI sebelum sarapa pagi di Hotel Hilton Manhattan East, New York.
Musibah Di Mina
Wapres RI berpesan agar jemaah hati tidak perlu panik dan harus tetap disiplin mengikuti arahan dari masing-masing pembimbing di kelompoknya. "Musibah terjadi karena adanya kepanikan di tengah ribuan jemaah yang sedang bersama-sama menunaikan ibadah haji", jelas Wapres RI.

"Tidak akan mudah untuk mengelola jutaan orang dalam waktu bersamaan", tambah Kalla. Wakil Presiden RI juga mengingatkan kepada para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan mengingat cuaca yang cukup panas di Mekkah. 
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 19.25
Peristiwa - Anggota TNI Dipukul Pakai Sekop Oleh Supir Angkot - Seorang Prajurit TNI Angkatan Darat Siantar, John Kennedy melaporkan bahwa Esron Samosir yang merupakan supir angkot memukul kepalanya menggunakan sekop. Kejadian ini diungkapkan langsung dari Humas Polres Siantar, AKP Isril Noer di Mapolres Siantar.
TKP Pelaku(terduduk), Korban(memakai Jaket)
"Semalam ada seorang tentara TNI AD dengan pangkat Pratu dari Korem melaporkan bahwa dirinya dipukul dengan menggunakan sekop oleh seorang sopir angkot", Ujar AKP Isril Noer pada hari Jumat (25/9/15)

Kabag Humas Polres Siantar itu juga mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di daerah jalan Bangau simpang Rajawali pada hari Kamis (24/9/15) sore.

"Kejadian tersebut terjadi di Simpang Rajawali, kemarin. Keduanya sebenarnya adalah kawan. Namun karena anggota TNI itu dianggap sombong dan perkataanya sudah membuat supir tersinggung. Diambilnya sekop yang ada di angkotnya itu dan langsung tanpa pikir memukul kepala John itu", ujar AKP Isril Noer.

Laporan terkini memberitakan bahwa saat ini John Kennedy sedang dirawat di rumah sakit tentara sementara pelaku yang merupakan supir angkot sudah diamankan.

Peristiwa - Anggota TNI Dipukul Pakai Sekop Oleh Supir Angkot

Peristiwa - Anggota TNI Dipukul Pakai Sekop Oleh Supir Angkot - Seorang Prajurit TNI Angkatan Darat Siantar, John Kennedy melaporkan bahwa Esron Samosir yang merupakan supir angkot memukul kepalanya menggunakan sekop. Kejadian ini diungkapkan langsung dari Humas Polres Siantar, AKP Isril Noer di Mapolres Siantar.
TKP Pelaku(terduduk), Korban(memakai Jaket)
"Semalam ada seorang tentara TNI AD dengan pangkat Pratu dari Korem melaporkan bahwa dirinya dipukul dengan menggunakan sekop oleh seorang sopir angkot", Ujar AKP Isril Noer pada hari Jumat (25/9/15)

Kabag Humas Polres Siantar itu juga mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di daerah jalan Bangau simpang Rajawali pada hari Kamis (24/9/15) sore.

"Kejadian tersebut terjadi di Simpang Rajawali, kemarin. Keduanya sebenarnya adalah kawan. Namun karena anggota TNI itu dianggap sombong dan perkataanya sudah membuat supir tersinggung. Diambilnya sekop yang ada di angkotnya itu dan langsung tanpa pikir memukul kepala John itu", ujar AKP Isril Noer.

Laporan terkini memberitakan bahwa saat ini John Kennedy sedang dirawat di rumah sakit tentara sementara pelaku yang merupakan supir angkot sudah diamankan.
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 18.08

Selasa, 22 September 2015

Peristiwa - Kali Ini Star G Karaoke, Pelajar SMA Terjaring BNN - Medan kembali melakukan Razia rutin, Badan Narkotika Nasinal (BNN) Medan baru saja menggelar tindak pelaku narkoba dan kini  lokasi target adalah Karaoke Star G yang berada di Jalan Kapten Muslim, Medan-Helvetia.
Razia Di Star G Medan
Petugas melakukan aksinya pada hari Minggu(20/9/15) dengan menggelar razia di lokasi tersebut, alhasilnya 23 pengunjung telah diamankan diantarannya adalah 15 laki-laki dan 9 perempuan dimana salah satunya merupakan Siswa SMA Negeri di Medan. Pengamanan dilanjut ke kantor BNN Medan di Jalan Williem Iskandar.

"Ada 23 orang yang sudah kami amankan, dan salah satunya merupakan pelajar SMA Negeri. Mereka diamankan di lokasi Karaoke", kata Humas BNN.

BNN Sumut melakukan razia pada tempat-tempat hiburan malam yang sudah menjadi target mereka. Seperti pada sejumlah mall yang menyediakan hiburan malam, Spa, Salon dan Lokasi Karaoke bahkan baru saja rumah yang dijadikan kos-kosan telah menjadi target dalam operasi.

Pada saat menggelar razia di lokasi Star G, BNN dipimpin oleh kepala regu Kompol Bambang Lubianto dan juga di dampingi oleh Kabib Humas BNNP Sumut, AKBP S Sinuhaji yang sudah berkoordonasi beserta personil kepolisian.
BNN Kembali Razia
Kronologi kejadian dilakukan pada hari Minggu dinihari sekitar pukul 2 pagi. Petuga langsung meminta pihak klub Karaoke terutama kepada manager untuk mematikan semua musik dan meminta kepada seluruh pengunjung untuk keluar dari ruangan karaoke agar bisa melakukan aksi pemeriksaan tes urine. Setelah melakukan tes urine terbukti ada 23 orang yang sudah dipastikan positif pengguna Narkoba, hal ini langsung dikomfirmasi oleh AKBP S Sinuhaji.

"Kami mendapatkan 23 orang yang positif menggunakan narkoba. Memang tidak ada barang bukti narkoba pada lokasi tersebut yang bisa kami dapatkan. Namun 23 orang tersebut sudah terbukti positif dan kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah mereka hanya menggunakan atau juga sebagai pengedar", jelas Humas BNNP Sumut itu.

Sumber: Informasiberitatop

Peristiwa - Kali Ini Star G Karaoke, Pelajar SMA Terjaring BNN

Peristiwa - Kali Ini Star G Karaoke, Pelajar SMA Terjaring BNN - Medan kembali melakukan Razia rutin, Badan Narkotika Nasinal (BNN) Medan baru saja menggelar tindak pelaku narkoba dan kini  lokasi target adalah Karaoke Star G yang berada di Jalan Kapten Muslim, Medan-Helvetia.
Razia Di Star G Medan
Petugas melakukan aksinya pada hari Minggu(20/9/15) dengan menggelar razia di lokasi tersebut, alhasilnya 23 pengunjung telah diamankan diantarannya adalah 15 laki-laki dan 9 perempuan dimana salah satunya merupakan Siswa SMA Negeri di Medan. Pengamanan dilanjut ke kantor BNN Medan di Jalan Williem Iskandar.

"Ada 23 orang yang sudah kami amankan, dan salah satunya merupakan pelajar SMA Negeri. Mereka diamankan di lokasi Karaoke", kata Humas BNN.

BNN Sumut melakukan razia pada tempat-tempat hiburan malam yang sudah menjadi target mereka. Seperti pada sejumlah mall yang menyediakan hiburan malam, Spa, Salon dan Lokasi Karaoke bahkan baru saja rumah yang dijadikan kos-kosan telah menjadi target dalam operasi.

Pada saat menggelar razia di lokasi Star G, BNN dipimpin oleh kepala regu Kompol Bambang Lubianto dan juga di dampingi oleh Kabib Humas BNNP Sumut, AKBP S Sinuhaji yang sudah berkoordonasi beserta personil kepolisian.
BNN Kembali Razia
Kronologi kejadian dilakukan pada hari Minggu dinihari sekitar pukul 2 pagi. Petuga langsung meminta pihak klub Karaoke terutama kepada manager untuk mematikan semua musik dan meminta kepada seluruh pengunjung untuk keluar dari ruangan karaoke agar bisa melakukan aksi pemeriksaan tes urine. Setelah melakukan tes urine terbukti ada 23 orang yang sudah dipastikan positif pengguna Narkoba, hal ini langsung dikomfirmasi oleh AKBP S Sinuhaji.

"Kami mendapatkan 23 orang yang positif menggunakan narkoba. Memang tidak ada barang bukti narkoba pada lokasi tersebut yang bisa kami dapatkan. Namun 23 orang tersebut sudah terbukti positif dan kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah mereka hanya menggunakan atau juga sebagai pengedar", jelas Humas BNNP Sumut itu.

Sumber: Informasiberitatop
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 18.42
Peristiwa - BNN Menggelar Razia Di Beberapa Kost Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) Povinsi Sumatera Utara kembali menggelar razia Narkoba. Bukan hanya pada klub-klub malam, kali ini mereka langsung menuju TKP kos-kosan yang menjadi target. Ada tiga lokasi yang berbeda telah menjadi target BNN dalam melakukan razia, diantaranya kawasan Jalan Ayahanda, Jalan Pabrik Tenun, Jalan Sendok, Medan-Skip pada hari Kamis (17/9/15).
BNN Razia Kos-kosan
Dari tiga lokasi tersebut, BNN langsung melakukan pemeriksaan urine terhadap seluruh warga setempat yang berada di kos-kosan itu. 

"Kami melaksanakan tujuan itu untuk mengetahui positif atau negatif orang yang berada dalam kosan ini", jelas AKBP Agus Alimudin, selaku Kabid Pemberantasan BNN Medan.

Beberapa laporan memberitakankan bahwa terdapat puluhan penghuni kosan yang telah diperiksa dengan melakukan pemeriksaan tes urine. Beberapa orang sudah dipastikan positif dan diberikan tanda gelang berwarna merah dan yang berstatus aman diberikan tanda gelang warna hijau. Berdasarkan keterangan dari petugas pemeriksaan, penghuni kost yang memakai gelang warna merah sudah dipastikan positif menggunakan Narkoba sedangkan yang memakai gelang hijau masih terbilang aman.
Pemasangan Gelang
"Kami memberikan tanda gelang ditangan mereka agar bisa ditandai mana yang positif dan mana yang negatif. Bisa dilihat dari warna gelang tersebut, yang berwarna merah artinya sudah positif sementara yang berwarna hijau itu negatif", ujar salah satu anggota petugas BNN saat pemeriksaan.

Berdasarkan hasil tes Urine tersebut, petugas BNN berhasil mengamankan 23 orang yang sudah dipastikan positif menggunakan narkoba. Diantaranya merupakan 10 penghuni kost Jalan Ayahanda dengan 4 orang laki-laki dan 6 perempuan. 13 lainnya warga Jalan Pabrik Tenun dengan diantaranya 7 laki-laki dan 6 perempuan dan seorang perempuan penghuni Kost Jalan Sendok.

"Mereka yang sudah dipastikan positif ini akan kami amankan terlebih dahulu dan dibawa ke Kantor untuk proses pemeriksaan lebih lanjut"  Jelas Agus.
Kemacetan Jalan Pabrik Tenun
Akibat pemeriksaan ini, terpantau kondisi lalu lintas di jalan Pabrik Tenun mengalami kemacetan yang sangat padat, hal itu dikarenakan padatnya warga yang tengah melihat aksi pemeriksaan.

Sumber: Informasiberitatop

Peristiwa - BNN Menggelar Razia Di Beberapa Kost Medan

Peristiwa - BNN Menggelar Razia Di Beberapa Kost Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) Povinsi Sumatera Utara kembali menggelar razia Narkoba. Bukan hanya pada klub-klub malam, kali ini mereka langsung menuju TKP kos-kosan yang menjadi target. Ada tiga lokasi yang berbeda telah menjadi target BNN dalam melakukan razia, diantaranya kawasan Jalan Ayahanda, Jalan Pabrik Tenun, Jalan Sendok, Medan-Skip pada hari Kamis (17/9/15).
BNN Razia Kos-kosan
Dari tiga lokasi tersebut, BNN langsung melakukan pemeriksaan urine terhadap seluruh warga setempat yang berada di kos-kosan itu. 

"Kami melaksanakan tujuan itu untuk mengetahui positif atau negatif orang yang berada dalam kosan ini", jelas AKBP Agus Alimudin, selaku Kabid Pemberantasan BNN Medan.

Beberapa laporan memberitakankan bahwa terdapat puluhan penghuni kosan yang telah diperiksa dengan melakukan pemeriksaan tes urine. Beberapa orang sudah dipastikan positif dan diberikan tanda gelang berwarna merah dan yang berstatus aman diberikan tanda gelang warna hijau. Berdasarkan keterangan dari petugas pemeriksaan, penghuni kost yang memakai gelang warna merah sudah dipastikan positif menggunakan Narkoba sedangkan yang memakai gelang hijau masih terbilang aman.
Pemasangan Gelang
"Kami memberikan tanda gelang ditangan mereka agar bisa ditandai mana yang positif dan mana yang negatif. Bisa dilihat dari warna gelang tersebut, yang berwarna merah artinya sudah positif sementara yang berwarna hijau itu negatif", ujar salah satu anggota petugas BNN saat pemeriksaan.

Berdasarkan hasil tes Urine tersebut, petugas BNN berhasil mengamankan 23 orang yang sudah dipastikan positif menggunakan narkoba. Diantaranya merupakan 10 penghuni kost Jalan Ayahanda dengan 4 orang laki-laki dan 6 perempuan. 13 lainnya warga Jalan Pabrik Tenun dengan diantaranya 7 laki-laki dan 6 perempuan dan seorang perempuan penghuni Kost Jalan Sendok.

"Mereka yang sudah dipastikan positif ini akan kami amankan terlebih dahulu dan dibawa ke Kantor untuk proses pemeriksaan lebih lanjut"  Jelas Agus.
Kemacetan Jalan Pabrik Tenun
Akibat pemeriksaan ini, terpantau kondisi lalu lintas di jalan Pabrik Tenun mengalami kemacetan yang sangat padat, hal itu dikarenakan padatnya warga yang tengah melihat aksi pemeriksaan.

Sumber: Informasiberitatop
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 18.41
Peristiwa - BNN Kembali Menggelar Razia Di Kota Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) Medan kembali menggelar razia narkoba pada sejumlah klub malam (Diskotik) yang berada di area kota Medan.

Razia tersebut dilakukan pada hari Minggu (13 September 2015) dini hari. BNN melakukan pemeriksaan pada tiga tempat yang berbeda dan diyakini pengunjung klub malam tengah pesta menggunakan Narkotika, lokasi tersebut tidak lain yaitu , Star City Entertainment, Heaven Heal Medan (H2) dan Retro Gedung Capital Buildig lantai 6.

Dari tiga daerah tersebut, petugas BNN berhasil mengamankan 24 orang yang sudah positif menggunakan Narkotika usai dilakukan tes Urine pada lokasi tersebut. Dari Lokasi pertama, Retro yang berada di Capital Building lantai 6 itu didapatkan dua orang wanita, Star Citu mengamankan 6 orang dan sisanya di Heaven Heal.

"Kami memang tidak menemukan Narkoba pada lokasi tersebut, tapi beberapa pengunjung yang telah diperiksa dari tes urine sudah positif menggunakan Narkoba. Ada 24 orang jumlahnya dari tiga titik razia tersebut dengan dua wanita dari Retro, enam dari Star City dan 16 oang dari H2", ujar AKBP S. Sinuhaji selaku Humas BNN Sumut.

24 orang pengunjung yang telah positf menggunakan Narkoba itu kemudian dibawa ke kantor BNN Sumut agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami sudah membawa mereka ke kantor BNN, dan kita akan melihat seberapa banyak tingkat pemakaian mereka. Kita juga akan mendalami apakah mereka hanya pemakai atau terlibat dalam perdagangan Narkoba", jelasnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, BNN Sumut gencar melakukan razia di sejumlah lokasi yang dinilai rawan peredaran narkoba. Target operasi BNN meliputi tempat hiburan malam hingga kos-kosan mahasiswa di sekitar kampus serta kos-kosan para pekerja yang ada di sekitar Kota Medan.

Sumber: Informasiberitatop

Peristiwa - BNN Kembali Menggelar Razia Di Kota Medan

Peristiwa - BNN Kembali Menggelar Razia Di Kota Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) Medan kembali menggelar razia narkoba pada sejumlah klub malam (Diskotik) yang berada di area kota Medan.

Razia tersebut dilakukan pada hari Minggu (13 September 2015) dini hari. BNN melakukan pemeriksaan pada tiga tempat yang berbeda dan diyakini pengunjung klub malam tengah pesta menggunakan Narkotika, lokasi tersebut tidak lain yaitu , Star City Entertainment, Heaven Heal Medan (H2) dan Retro Gedung Capital Buildig lantai 6.

Dari tiga daerah tersebut, petugas BNN berhasil mengamankan 24 orang yang sudah positif menggunakan Narkotika usai dilakukan tes Urine pada lokasi tersebut. Dari Lokasi pertama, Retro yang berada di Capital Building lantai 6 itu didapatkan dua orang wanita, Star Citu mengamankan 6 orang dan sisanya di Heaven Heal.

"Kami memang tidak menemukan Narkoba pada lokasi tersebut, tapi beberapa pengunjung yang telah diperiksa dari tes urine sudah positif menggunakan Narkoba. Ada 24 orang jumlahnya dari tiga titik razia tersebut dengan dua wanita dari Retro, enam dari Star City dan 16 oang dari H2", ujar AKBP S. Sinuhaji selaku Humas BNN Sumut.

24 orang pengunjung yang telah positf menggunakan Narkoba itu kemudian dibawa ke kantor BNN Sumut agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami sudah membawa mereka ke kantor BNN, dan kita akan melihat seberapa banyak tingkat pemakaian mereka. Kita juga akan mendalami apakah mereka hanya pemakai atau terlibat dalam perdagangan Narkoba", jelasnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, BNN Sumut gencar melakukan razia di sejumlah lokasi yang dinilai rawan peredaran narkoba. Target operasi BNN meliputi tempat hiburan malam hingga kos-kosan mahasiswa di sekitar kampus serta kos-kosan para pekerja yang ada di sekitar Kota Medan.

Sumber: Informasiberitatop
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 18.39
Peristiwa - Penyidik BNN Ditangkap Karena Positif Konsumsi Narkoba - Seorang penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN), Iptu AM telah ditangkap oleh Polres Metro Tanggerang dirumahnya Bogor pada hari Jumat 18 September 2015. Dia ditangkap karena diduga menjadi pengedar Narkoba pada saat pihak polisi mendalami kasus ini.
Iptu AM Diduga Pengedar Narkoba
Kasus tersebut langsung ditangani oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal yang menyatakan bahwa petugas salah satu petugas BNN Iptu AM telah dicheck positif menggunakan narkoba dan diduga menjadi salah satu pengedar.

"Kami pergi menuju rumahnya dan kami check memang tidak didapatkan barang bukti narkoba, namun setelah kami tes urine hasilnya positif", ungkap M.Iqbal pada saat di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dengan begitu pihak polisi akan terus mendalami peran dari salah satu petuga BNN itu. Kasus ini sedang dalam penanganan dan ditindak lanjutkan pengembangan selanjutnya oleh Polda Metro Jaya.

Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi juga menegaskan bahwa pihaknya tak akan memberikan toleransi kepada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota BNN yang terlibat dalam kasus Narkoba apalagi sebagai pengedar. Pihak 
Iptu AM Positif Guna Narkoba
"Kami pasti akan melakukan tindakan yang keras dan sesuai dengan hukum berlaku. Kemungkinan jika memang terbukti yang pertama adalah dilakukan pemberhentian sebagai anggota BNN dan jika dari unsur Polri akan diusulkan pemecatan", tegas Slamet.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Budi Waseso juga telah memerintahkan agar memecat anggotanya jika terbukti benar terlibat dalam peredaran narkotika. Iptu AM diketahui termasuk penyidik dalam bidang pemberantasan di BNN.  Kasus ini bermula dari penangkapan seorang kurir narkoba yang berhubungan dengan Iptu AM.

 "Kami serahkan penyelidikan pada Polres Metro Tangerang," kata Slamet.

Sumber: Informasiberitatop

Peristiwa - Penyidik BNN Ditangkap Karena Positif Konsumsi Narkoba

Peristiwa - Penyidik BNN Ditangkap Karena Positif Konsumsi Narkoba - Seorang penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN), Iptu AM telah ditangkap oleh Polres Metro Tanggerang dirumahnya Bogor pada hari Jumat 18 September 2015. Dia ditangkap karena diduga menjadi pengedar Narkoba pada saat pihak polisi mendalami kasus ini.
Iptu AM Diduga Pengedar Narkoba
Kasus tersebut langsung ditangani oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal yang menyatakan bahwa petugas salah satu petugas BNN Iptu AM telah dicheck positif menggunakan narkoba dan diduga menjadi salah satu pengedar.

"Kami pergi menuju rumahnya dan kami check memang tidak didapatkan barang bukti narkoba, namun setelah kami tes urine hasilnya positif", ungkap M.Iqbal pada saat di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dengan begitu pihak polisi akan terus mendalami peran dari salah satu petuga BNN itu. Kasus ini sedang dalam penanganan dan ditindak lanjutkan pengembangan selanjutnya oleh Polda Metro Jaya.

Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi juga menegaskan bahwa pihaknya tak akan memberikan toleransi kepada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota BNN yang terlibat dalam kasus Narkoba apalagi sebagai pengedar. Pihak 
Iptu AM Positif Guna Narkoba
"Kami pasti akan melakukan tindakan yang keras dan sesuai dengan hukum berlaku. Kemungkinan jika memang terbukti yang pertama adalah dilakukan pemberhentian sebagai anggota BNN dan jika dari unsur Polri akan diusulkan pemecatan", tegas Slamet.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Budi Waseso juga telah memerintahkan agar memecat anggotanya jika terbukti benar terlibat dalam peredaran narkotika. Iptu AM diketahui termasuk penyidik dalam bidang pemberantasan di BNN.  Kasus ini bermula dari penangkapan seorang kurir narkoba yang berhubungan dengan Iptu AM.

 "Kami serahkan penyelidikan pada Polres Metro Tangerang," kata Slamet.

Sumber: Informasiberitatop
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 18.24