Peristiwa - Mobil Pasangan Kekasih Terseret Kereta Api Hingga 200 Meter - Warga Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat yang tinggal tak jauh dari sebuah perlintasan Kereta Api dibelakang Kantor Pertamina Lahat pada hari Minggu(27/9/15) sekitar pukul 14.00 mendadak menjerik dengan histeris ketikan melihat sebuah mobil Avanza bernomor plat BG 1214 YC diseret oleh kereta api Lokomof yang dikemudikan oleh masinis Haris AW dan asisten masinis Yoga Dien Nulhaqi.
![]() |
| Kondisi Mobil Rusak Parah |
Diketahui bahwa yang mengendarai Mobil Avanza tersebut adalah seorang Brigpol Febriansyah yang merupakan anggota Polres Lahat bersama pacarnya Leni Rahmati. Kereta Api Lokomotif dengan nomor KA 2129 KA Barang itu sendiri melaju dari arah keluarahan Banda Agung menuju stasiun KA Lahat. Seorang saksi mata yang bernama Baskoro menceritakan bahwa suara gemuruh begitu keras terdengar saat Mobil tersebut diseret karena berbenturan dengan berbatuan penopang rek kereta.
"Berhenti, berhenti, ado mobil tertabrak mati gek wongny ni", ujar Baskoro ketika menirukan seruan warga setempat menghentikan kereta api yang menyeret mobol Febriansyah dan Leni.
Baskoro menceritakan bahwa meskipun samar melihat kejadi tersebut, namun dia juga melihat kedua orang yang berada dalam mobil sangat panik. Namun cukup beruntung, katanya saat warga sudah menghadang sambil melambaikan tangan kereta berhenti dari jarak sekitar 200 meter di lokasi kejadian.
"Panik, apalagi kereta masih tetap jalan meskipun mobil sudah terseret. Jika tidak berhenti tidak tahu lagi apa yang terjadi. Pas sebelum kejadian mobil melintas dari arah lapangan gelora serame Lahat dan sepertinya akan ke arah pertamina", tambhanya.
Akibat kejadian tersbeut mobil dengan tipe Avanza tersebut mengalami kerusakan berat pada bagian badan mobil. Sementara kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Unit Darurat Lahat. Kabarnya keduanya mengalami shock berata dan luka lecet akibat insiden tersebut.
Kasat Lantas Polres Lahat, AKP Marully RA SH menerangkan bahwa sebelum kejadian mobil melintas dari lapangan gelora sereme, Lahat tidak melihat kekanan atau kekiri dan langsung melaju terus.
"Keduanya tidak melihat kiri kanan hingga saat bersamaan kereta lokomotif yang melintas hingga terjadilah insiden tersebut", jelasnya.
Marully juga mengakui bahwa pada lokasi kejadi memang tidak tersedia palang perlintasan kereta api. Pihaknya sendiri akan segera mengkoordinasikan dengan pihak PT KAI untuk mengupayakan pemasangan palang perlintasan sehingga kejadian yang sama tidak akan terulang kembali.
Written by: Info Berita
Informasi Berita, Updated at: 15.37

0 komentar:
Posting Komentar